Rabu, 23 Maret 2011

Hubungan Teori Kaidah Tangan Kanan dengan Energi Ka'bah

Ketika seseorang menunaikan ibadah haji, salah satu cita citanya adalah berdoa di Multazam. Ini adalah tempat yang paling mustajab untuk berdoa kepada Allah. Multazam adalah satu tempat di dekat Ka’bah, antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Konon berdoa disini gampang dikabulkan Allah. Dan hampir bisa dipastikan setiap orang yang berthawaf menyempatkan diri untuk berdoa di Multazam ini. Adakah rahasia yang bisa dijelaskan, kenapa berdoa di tempat ini demikian mustajab?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan Multazam menjadi tempat yang Mustajab. Yang pertama adalah faktor nabi Ibrahim. Yang kedua faktor Hajar Aswad. Dan yang ketiga faktor jutaan manusia yang berthawaf mengitari Ka’bah. 

1. Faktor Nabi Ibrahim
Ibrahim menjadi salah satu faktor penyebab Multazam sebagai tempat yang mustajab. Kenapa demikian? Karena nabi Ibrahim adalah orang yang membangun Ka’bah itu, bersama nabi Ismail. Memang apa pengaruhnya? Sangatlah besar pengaruhnya, sebab nabi Ibrahim adalah manusia yang memiliki energi positip luar biasa besar yang kemudian menular ke seluruh karya karyanya. Allah mengatakan di dalam QS. Shaad (38): 45
“Dan Ingatlah hamba-hamba Kami, Ibrahim, Ishak, dan Ya’kub yang mempunyai karya- karya besar dan ilmu pengetabuan (visi) yang jauh ke depan”
Selain itu, Allah juga mengatakan bahwa nabi Ibrahim adalah hamba yang berhati lembut, seperti ayat berikut ini.
At Taubah (9) :114
“Dan permintaan ampun dari Ibrabim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.”
Apa hubungannya hati yang lembut dan karya yang besar? Bahwa hati yang lembut akan memancarkan cahaya dan aura yang positif. Semakin lembut dan ikhlas seseorang, maka pancaran auranya semakin kuat sehingga bisa meresonansi sekitarnya. Maka, seperti saya katakan bahwa dekat dengan orang-orang yang soleh akan menyebabkan hidup dan hati kita menjadi tentram.
Padahal kita tahu bahwa nabi Ibrahim adalah rasul yang memiliki kualitas kepasrahan dan keikhlasan yang sangat tinggi. Sehingga oleh Allah, beliau dijadikan teladan bagi manusia. Semua itu telah terbukti ketika beliau diperintahkan untuk mengorbankan anaknya, nabi Ismail. Semua itu dijalaninya dengan penuh kepasrahan dan keikhlasan.
Manusia sekualitas nabi Ibrahim ini, pancaran energinya luar biasa besarnya. Dengan dekat orang sesoleh beliau, bisa menyebabkan hati kita menjadi ketularan alias teresonansi mengikuiti getaran frekuensi hatinya. Terasa sejuk dan penuh kedamaian. Lingkungan dan tempat-tempat khusus yang pernah menjadi lokasi aktivitas beliau pasti teresonansi oleh energi beliau. Apalagi karya-karya yang langsung lahir dari tangan beliau.
Ka’bah adalah karya Ibrahim. Maka, di dalam karya ini tersimpan energi nabi Ibrahim yang sangat besar. Hal ini bisa dianalogikan dengan batang besi yang digosok-gosok oleh magnet. Jika ada sebuah batang besi biasa digosok-gosok magnet, maka batang besi biasa itu akan berubah menjadi magnet juga. Meskipun, dalam kurun waktu tertentu kemagnetan itu hilang kembali. Akan tetapi jika gosokan itu dilakukan berulang-ulang selama kurun waktu yang panjang, maka besi biasa itupun akan menjadi magnet yang permanen. Dia bisa menarik logam-logam seperti magnet yang asli.
Demikian pula halnya dengan ka’bah. Karena Ka’bah adalah karya nabi Ibrahim, dan kemudian menjadi tempat aktivitas beribadah selama bertahun-tahun, maka Ka’bah itu menyimpan energi nabi Ibrahim yang positif. Dekat dengan Ka’bah, seperti dekat dengan nabi Ibrahim. Kita merasakan ketenangan dan kedamaian, lembut seperti sifat nabi Ibrahim yang dipuji-puji oleh Allah itu.
Maka berdoa di dekat Ka’bah sangatlah besar manfaatnya. Jiwa kita terbantu untuk menjadi khusyuk. Hati menjadi tenang dan fokus, pada saat berdoa. Seringkali kita melihat orang berdoa di dekat Ka’bah tak mampu membendung air matanya. Mereka menangis sesenggukan sambil menengadahkan tangannya bermunajat kepada Allah. Hatinya menjadi lembut dan santun. Hilang semua kesombongan dan keangkuhannya. Doa yang demikian adalah doa yang ‘didengarkan’ oleh Allah, karena keluar dari hati yang paling dalam.
QS Al a’raaf (7) : 55
“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
‘Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan dasar
dasar baitullah bersama Ismail (seraya berdoa) :
ya Tuhanku kabulkanlah daripada kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui” 

2. Faktor Hajar Aswad
Hajar Aswad, artinya Batu Hitam. Ia ditempatkan di sebuah lubang, di salah satu pojok bangunan Ka’bah. Konon, batu hitam ini jatuh dari langit. Dugaan saya, ini adalah sisa batu meteor yang memiliki kadar logam sangat tinggi. Pada jaman dulu, kejadian seperti itu sering kali terjadi. Bahkan di pulau Jawa, kita mendengar cerita, bahwa para empu menjadikan batu meteorit itu sebagai bahan untuk membuat senjata, termasuk keris, karena logamnya diketahui memiliki kualitas yang sangat tinggi.
Memang ada yang mengatakan bahwa batu hitam itu adalah batu surga yang dulunya berwarna putih. Kemudian menjadi hitam, karena menyerap dosa-dosa manusia yang berthawaf. Akan tetapi cerita semacam ini tidak memiliki dasar yang jelas, dan juga tidak ada sumber yang otentik. Batu hitam itu, oleh nabi Ibrahim lantas dijadikan sebagai salah satu bagian dari batu pondasi Ka’bah. Nabi Ibrahim bersama nabi Ismail memperoleh perintah dari Allah untuk meninggikan dasar-dasar Ka’bah, untuk kemudian menjadi pusat peribadatan pada jamannya, hingga kini.
QS. Al Baqarah (2) : 127
“Dan ingatlah krtika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa) : Ya Tuhanku, kabulkanlah daripada kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”
Apakah pengaruh batu hitam meteorit itu bagi kemustajaban doa seseorang? Kalau hanya batu meteoritnya saja, barangkali tidak banyak berguna untuk membantu kekuatan doa. Tetapi karena batu meteorit itu menjadi bagian dari karya seorang Ibrahim, maka batu yang memiliki konduktifitas elektromagnetik sangat tinggi itu menjadi sangat besar peranannya. Lebih dari itu, batu hitam ini juga diletakkan pada lokasi yang dipilih oleh Allah untuk bisa membangkitkan energi yang besar, yaitu di atas pondasi Ka’bah.
Energi yang dipancarkan oleh nabi Ibrahim sepanjang interaksinya pada waktu itu tersimpan di sistem bangunan Ka’bah. Apalagi pada saat usai membangun Ka’bah itu beliau berdua berdoa mohon dikabulkan atau diterima peribadatan mereka, seperti diungkapkan dalam ayat di atas. (Hal ini akan saya terangkan lebih lanjut pada bagian berikutnya, sebagaimana bangunan masjid yang ternyata menyimpan energi sangat besar dari orang-orang yang shalat di dalamnya.)
Nah, disinilah Hajar Aswad berfungsi sebagai ‘pintu’ masuk dan keluarnya energi Ka’bah, karena ia memiliki daya hantaran elektromagnetik yang sangat tinggi. Energi Ka’bah mengalir deras dari bagian ini ‘menyinari orang-orang yang berada di dekatnya. Meskipun energi itu juga memancar dari bagian-bagian Ka’bah yang lain. Akan tetapi, yang paling besar adalah yang terpancar dari Hajar Aswad. Karena itu orang yang paling dekat dengan Hajar Aswad itulah yang akan mengalami pengaruh paling besar. Di situlah letaknya Multazam.
Getaran gelombang doa kita itu tertuju ke arah Hajar Aswad, sehingga terjadi kontak antara hati kita dengan sistern energi Ka’bah. Tetapi harus kita pahami bukan karena Ka’bah itu kita berthawaf. Juga bukan karena batu hitam, Hajar Aswad, melainkan sepenuhnya karena Allah. Karena itu, ketika kita memulai berthawaf yang kita ucapkan adalah Bismillaahi Wallaahu Akbar Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar. .
Suatu ketika seorang kawan saya menunaikan ibadah haji. Pada saat dia shalat berjama’ah di masjid Al Haram, cuaca sedang hujan deras. Seusai shalat, dia mengalami kejadian yang tidak bisa dia lupakan. “Pada waktu itu, tiba-tiba ada petir menyambar,” katanya. Namun anehnya petir itu tidak menyambar penangkal petir di gedung gedung tinggi di sekitar Masjid Al Haram seperti yang ada di atas Hotel Hilton, misalnya melainkan menyambar Ka’bah. Saya sempat terperanjat mendengar cerita itu. Karena, secara Fisika ini menunjukkan kepada kita betapa dahsyatnya konduktifitas Hajar Aswad itu dibanding kan dengan Platina yang berada di ujung penangkal petir, di gedung gedung tinggi sekitar Ka’bah.
Semestinya, petir selalu menyambar benda tertinggi yang bisa digunakannya untuk segera menjalar ke tanah. Disebabkan beda tegangan yang besar antara awan dan bumi, maka petir ingin segera meloncat ke bumi secepat-cepatnya. Karena itu, jika ada benda tinggi yang bisa menyalurkan petir itu ke bumi maka ia pasti segera menyambarnya.
Maka, kejadian di atas memberikan informasi yang sangat meyakinkan saya, bahwa Hajar Aswad memang memiliki tingkat konduktifitas yang luar biasa. Karena itu, ia akan sangat berperan menjadi saluran ‘keluar masuknya’ energi gelombang elektromagnetik dalam sistem energi Ka’bah. 

3. Faktor Orang Berthawaf
Faktor penyebab besarnya gelombang elektromagnetik Ka’bah, salah satunya adalah dikarenakan orang berthawaf. Kenapa orang yang berthawaf menyebabkan munculnya gelombang elektromagnetik? Dan lantas apa kaitannya dengan doa yang mustajab? Ada kaitan yang sangat erat antara orang berdo’a dan gelombang elektromagnetik yang ada di sekitar Ka’bah.
Sesungguhnya, setiap perbuatan manusia selalu menghasilkan gelombang elektromagnetik. Gelombang itu selalu memancar ketika kita melakukan apa pun. Baik kita sedang berkata-kata, ataupun kita sedang berpikir, apalagi sedang melakukan aktifitas fisik. Badan kita memancarkan energi elektromagnetik.
Kenapa demikian? Karena tubuh kita ini memang merupakan kumpulan bio elektron yang selalu berputar-putar di dalam orbitnya di setiap atom-atom penyusun tubuh kita. Ketika kita berkata-kata, kita sebenarnya sedang memancarkan gelombang suara yang berasal dari getaran pita suara kita.
Ketika kita berbuat, kita juga sedang memantul-mantulkan gelombang cahaya ke berbagai penjuru lingkungan kita. Jika tertangkap mata seseorang, maka mereka dikatakan bisa melihat gerakan atau perbuatan kita. Demikian pula ketika kita sedang berpikir, maka otak kita juga memancarkan gelombang-gelombang yang bisa dideteksi dengan menggunakan alat perekam aktivitas otak yang disebut EEG (Electric Encephalo Graph). Jadi setiap aktifitas kita itu selalu. memancarkan energi.
Maka doa yang kita ucapkan itu juga memiliki kandungan energi. Apalagi doa-doa yang kita ambil dari firman firman Allah di dalam Al Quran. Energinya besar sekali, seperti telah kita diskusikan di bagian sebelumnya.
Disisi lain, ternyata jutaan orang yang berthawaf mengelilingi Ka’bah juga menghasilkan energi yang besar. Dari mana asalnya? Di dalam ilmu Fisika kita mengenal suatu kaidah yang disebut Kaidah Tangan Kanan. Kaidah Tangan Kanan mengatakan :
Jika ada sebatang konduktor (logam) dikelilingi oleh listrik yang bergerak berlawanan dengan jarum jam, maka di konduktor itu akan muncul medan gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas.
Hal ini, dalam Kaidah Tangan Kanan, digambarkan dengan sebuah tangan yang menggenggam empat jari, dengan ibu jari yang tegak ke arah atas. Empat jari yang menggenggam itu digambarkan sebagai arah putaran arus listrik, sedangkan ibu jari itu digambarkan sebagai arah medan elektromagnetik.
Kaidah tangan kanan ini telah memberikan kemudahan kepada kita dalam memahami misteri Ka’bah. ‘Kebetulan’, orang berthawaf mengelilingi Ka’bah berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Atau dalam kaidah itu mengikuti putaran empat jari tergenggam. Apa dampaknya? Seperti telah saya katakan, bahwa tubuh manusia ini sebenarnya mengandung listrik dalam jumlah besar yang dibawa oleh milyaran bio elektron dalam tubuh kita. Maka, dengan kata lain, kita sebenarnya bisa menyebut tubuh manusia ini adalah kumpulan muatan listrik. Sehingga ketika ada jutaan orang berthawaf mengelilingi Ka’bah, ini seperti ada sebuah arus listrik yang sangat besar berputar-putar berlawanan dengan arah jarum jam mengitari Ka’bah. Apa yang terjadi?
Di tengahnya, di Ka’bah khususnya lagi di Hajar Aswad terjadi medan elektromagnetik yang mengarah ke atas. Kenapa begitu? Karena dalam hal ini, Hajar Aswad telah berfungsi sebagai konduktor, seperti dijelaskan dalam Kaidah Tangan Kanan. Bahkan bukan sekedar konduktor, melainkan Superkonduktor!
Lantas, apa fungsi medan elektromagnetik yang sangat besar yang keluar dari Ka’bah itu? Gelombang inilah yang akan membantu kekuatan do’a orang-orang yang bermunajat di sekitar Ka’bah, khususnya yang berada di dekat Hajar Aswad alias Multazam. Bagaimana menjelaskannya?
Pernahkah Anda mengamati seorang penyiar radio ketika dia sedang bertugas? Pada saat seorang penyiar berbicara di depan mikrofonnya, sebenarnya dia sedang menumpangkan suaranya pada gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh peralatan pemancarnya.
Jika dia berbicara tanpa mikrofon, maka jarak jangkau suaranya tidaklah terlalu jauh. Barangkali saat dia berteriak, suaranya hanya bisa menjangkau puluhan meter saja. Akan tetapi ketika dia menggunakan mikrofon, suaranya bisa menjangkau jarak yang lebih jauh.
Ini karena energi suaranya ‘diangkut’ oleh gelombang elektromagnetik, yang lantas dipancarkan lewat menara pemancar dengan power yang besar. Semakin besar powernya, maka semakin jauh pula Jarak tempuhnya. Bisa menjangkau berkilo-kilometer, dari sumber suaranya.
Kita bisa mengambil analogi ini untuk menjelaskan hubungan antara energi Ka’bah dan orang yang berdoa di dekatnya. Orang yang berdoa di dekat Multazam, bagaikan seorang penyiar radio yang sedang bertugas. Dia berada di depan ‘mikrofon’ Hajar Aswad. Maka ketika dia berdoa, pancaran energi doanya itu akan ditangkap oleh superkonduktor Hajar Aswad untuk kemudian dipancarkan bersama-sama gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas akibat aktivitas orang berthawaf.
Maka energi doa kita akan ‘menumpang’ gelombang elektromagnetik yang keluar dari Ka’bah itu, mirip dengan yang terjadi pada pancaran radio. Kekuatan doa kita menjadi berlipat-lipat kali, karena terbantu oleh power yang demikian besar dari Ka’bah menuju kepada Arasy Allah. Dalam hal ini, Ka’bah telah berfungsi bagaikan sistem pemancar radio.
Karena power yang besar itu pula, maka berdoa di Multazam menjadi demikian mustajab. Energi doa itu jauh lebih ‘cepat sampai’ kepada Allah, dan cepat pula memperoleh balasannya. Karena itu, jangan sembrono melakukan perbuatan perbuatan di Mekkah, karena respon atas perbuatan kita itu demikian spontan. Hal ini telah banyak dibuktikan oleh orang-orang yang menunakan ibadah haji.

Selasa, 22 Maret 2011

Serat dan Kanker Kolon

Serat dan Kanker Kolon

Sel di dalam tubuh yang memiliki kemampuan untuk berbiak secara tak terkendali disebut dengan Kanker. Penyebab awal kanker usus adalah terjadinya pelarutan pada lapisan lendir permukaan dalam usus besar dan pengikisan sel-sel permukaan usus yang kemudian karsinogenik atau virus ke dalam sel. Zat kersinogenik adalah zat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kanker. Kelompok sereal atau padi-padian memiliki kandungan asam pitat yang mampu menghancurkan kanker.

Dinding Usus akan selalu bergerak ritmis dinamis dan berkesinambuangan sepanjang manusia hidup, maka selama itu pula akan terjadi gerak gesekan antara sel permukaan di sepanjang dinding usus dengan benda-benda atau zat-zat yang ada dalam makanan dalam usus. Gesekan yang terjadi bisa menimbulkan dampak adanya kemungkinan terkikisnya sel-sel lapisan permukaan usus. Hadirnya zat kimia berbahaya dalam usus bisa memperparah proses pengikisan dan pelarutan dinding-dinding sel. Perusakan akibat pengikisan ini tidak hanya membuat sel-sel mati dan mempengaruhi kinerja serabut pili-pili usus pada saat aktivitas penyerapan zat gizi. Tetapi lebih dari itu, pengaruh yang diberikan oleh zat-zat kimia berbahaya tersebut adalah adanya kemampuan untuk mengacaukan pembacaan kode genetik yang telah dikodekan gen,  selanjutnya akan beresiko pada hasil terjemahan yang keliru, sehingga diperoleh produk berbeda dari yang diharapkan.

Mengimbangi banyaknya sel-sel permukaan dalam usus yang rusak akibat frekuensi gesekan yang tinggi oleh tinja bertekstur keras dan kering akibat kurang serat, atau adanya aksi pelarutan yang dilakukan oleh zat-zat kimia berbahaya itu. maka pergantian sel permukaan usus harus dilakukan dengan segera dan cepat oleh sistem tubuh. Sebuah proses keseimbangan telah dilakukan begitu teratur dan rapi oleh usus. Masalahnya, apabila jumlah kerusakan sel akibat pengikisan lebih banyak dari jumlah sel-sel baru yang dihasilkan. Lapisan lendir yang selama ini melindungi sel akan hilang secara perlahan dan pasti. Sel permukaan usus menjadi mudah rusak dan sensitif terhadap pengaruh dari luar. Hilangnya lapisan lendir ini memberi peluang lebih lama pada sel-sel permukaan usus untuk bersentuhan langsung dengan mikroorganisme-mikroorganisme berbahaya seperti zat karsinogenik yang merupakan zat penyebab kanker.

Apabila zat-zat kimia penyebab kanker telah menyusup ke dalam sel, maka proses ini dengan segera diikuti oleh adanya perubahan pada DNA. DNA adalah Dioxyribo Nucleid Acid merupakan sebuah materi gen yang rumit susunannya dan bentuknya sulur yang ada di dalam sel. Ketika terjadi perubahan pada DNA, sel akan merespon perubahan ini secara cepat dan melakukan pertumbuhan sendiri secara independen. Sel yang telah terinfeksi akan mengikuti perubahan baru dan mengikuti instruksi genetik yang baru tanpa menghalangi atau mengganggu sedikit pun pertumbuhan sel lain di sekitarnya.

Sejumlah sel dalam tubuh yang telah terinfeksi memiliki kemampuan untuk berkembangbiak secara tak terkendali. Sel yang mempunyai sifat seperti itu dikenal sebagai kanker. Ada tiga penyebab umum timbulnya kanker, yaitu pengaruh radiasi akibat penyinaran sinar X-ray terinfeksi akibat zat-zat kimia tertentu yang bersifat karsinogenik serta adanya infeksi yang terjadi karena serangan virus.
Sebenarnya pada saat perkembangan awal, ketika masa pertama sel berubah untuk berbiak bertambah banyak dan bertambah besar sel kanker ini dapat dimatikan. Hal ini mungkin dikarenakan kondisi pertumbuhan sel kanker pada DNA belum sempurna, kemudian diikuti oleh adanya aksi perlawanan yang luar biasa dari sistem kekebalan tubuh yang memiliki sifat selalu menghancurkan hadirnya sel kanker. Perkembangan sel kanker dari stadium awal sampai stadium empat merupakan tahap lanjutan yang membahayakan untuk menyebar dan menginfeksi sel lain. Setelah makanan sampai di usus besar, beberapa mikroba akan mengurangi menjadi residu-residu yang bersifat racun. Jika terjadi kontak dengan mukosa usus dalam jangka wakltu tertentu, misalnya mengkonsumsi makanan kaya serat disamping dapat menurunkan risiko kanker usus besar ternyata juga dapat menurunkan risiko kanker mulut dan kanker tenggorokan hingga 50%.

Kegemukan dan gerak aktif (kurang olahraga) bisa menambah risiko terjadinya kanker. Kegemukan yang terjadi sering disebabkan oleh pola makan yang salah. Telah lama dipahami, jika kegemukan itu dapat menjadi biang munculnya semua jenis kanker, kecuali kanker paru-paru.
Gangguan sembelit kronis secara tidak langsung juga mempunyai peluang besar untuk berkembang menjadi kolon. Hal ini disebabkan oleh tertumpuknya zat-zat karsinogenik di permukaan kolon yang terjadi akibat kondisi tinja yang keras, kering dan lambatnya gerak pembuangan keluar tubuh. Asupan serat makan yang cukup akan membantu mempercepat masa singgah tinja di dalam saluran pencernaan. Kondisi tersebut dapat mengurangi kesempatan berbagai mikroorganisme dalam kolon untuk membentuk zat-zat karsinogen sebagai zat penyebab terjadinya kanker. Disamping itu, masa singgah tinja yang cepat akan memperkecil waktu kontak antara kolon dengan berbagai zat karsinogen yang terbawa dalam makanan, sehingga peluang terjadinya kanker dalam kolon dapat diperkecil.


Di dalam usus besar, serat membentuk  tinja menjadi lebih besar bertekstur lunak dan lembab. Apabila jumlah asupan air cukup banyak atau jumlah air dalam usu besar ada pada kondisi mencukupi, maka bentuk ikatan serat makanan yang kompleks ini dapat memperkecil peluang serat untuk mengikat lendir permukaan usus apalagi mengikisnya. Hal ini terjadi karena kemampuan serap pada serat makanan sudah tidak ada lagi, ikatan yang dibentuk serat-serat itu telah dipenuhi oleh air atau telah berikatan sedemikian rupa dengan cairan zat-zat dalam usus. Kondisi ini dapat melindungi permukaan usus dari kerusakan atau luka akibat gesekan yang ditimbulkan karena adanya gerak peristaltik sekaligus menghindari permukaan usus dari kontak langsung dengan zat-zat berbahaya atau mikroorganisme merugikan dalam usus.
Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan, mengkonsumsi makanan berkadar lemak tinggi dan mengkonsumsi banyak daging merah berlemak adalah dua hal yang dapat memicu timbulnya kanker usus. Keduanya termasuk golongan lemak bermasalah yang dapat meningkatkan keaktifan asam empedu dan asam lemak. Kelebihan jumlah asam empedu dalam saluran pencernaan akan mempercepat pengahcuran lapisan sel-sel permukaan usus.


Kandungan zat besi dan produk pecahan hemoglobin, seperti bilirubin, umumnya ada dalam jumlah yang cukup tinggi dalam tinja untuk kelompok pengonsumsi makanan tinggi lemak dan daging merah. Perlu digaris bawahi bahwa ikatan komples besi-bilirubin akan menghasilkan hidroksil radikal bebas, zat ini sangat reaktif dan memiliki kemampuan untuk mengancurkan lapisan sel-sel permukaan usus. Komples besibilirubin dapat menyebabkan kanker. Meski demikian keganasan hidroksil radikal bebas besi-bilirubin dapat dihambat dan dihancurkan oleh adanya asam pitat dalam tubuh. Asam pitat dapat mengancurkan ikatan efektif besi-bilirubin dan mencegah terjadinya tatanan ikatan hidroksilradikal bebas.
Dalam usus, asam pitat akan mengikat zat besi dengan sangat kuat, ikatan ini merupakan langkah dasar terbentuknya antioksidan yang berfungsi sebagai zat antikanker. Jika zat ini tidak membentuk suatu ikatan kompleks, maka zat besi dapat memicu terjadinya pembebasan radikal bebas yang dapat menghancurkan sel-sel lapisan permukaan usus sekaligus akan menimbulkan kanker. Asam apita yang terkandung dalam sereal (padi-padian),legume(polong-polongan) dan nuts (kacang-kacangan) diketahui sebagai zat antioksidan alami tanaman. Zat ini nyaris tidak ada dalam buah-buahan, kentang, dan tepung. Asam pitat dipercaya sebagai zat penting yang dapat menghindari serangan kanker usus.

Sebagian besar, kelompok sereal (seperti gandum) dan kelompok biji-bijian (seperti wijen) memiliki kandungan asam pitat tinggi, Sebaliknya pada buah-buahan, sayur-sayuran dan makanan yang berasal dari tepung umumnya mempunyai kandungan asam pitat rendah. Guna mencegah atau mengurangi serangan kanker usus dianjurkan agar mengkonsumsi makanan yang bberasal dari kelompok padi-padian. Kelompok ini merupakan sumber serat yang paling baik untuk mencegah timbulnya kanker usus.

Mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak garam, penggunaan temperatur terlalu tinggi ketika menggoreng atau mengasap, terlau banyak meminum alkohol dan sedikit asupan serat makanan (dietary fiber) adalah beberapa faktor penyebab terjadinya radikal bebas. Apabila faktor-faktor ini tidak bisa dihindari dan terpaksa dilakukan hendaknya bahaya radikal bebas ini diimbangi dengan cara memakan makanan yang mengandum zat antioksidan, diantaranya adalah tempe atau makanan dari kelompok padi-padian.

Berikut beberapa kiat sederhan yang bisa kita terapkan dalam kehidupan seharihari sebagai upaya mengurangi risiko kanker:
1. Berolah raga secara teratur
2. Hindari kegemukan
3. Kurangi asupan lemak sampai dengan 25% total kalori
4. Banyak maka makanan kaya serat seperti:padi-padian, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran
5. Hindari mengkonsumsi alkohol
6. Mengkonsumsi makanan kaya vitamin A dan C pada menu makanan setiap hari
7. Konsumsi garam dalam jumlah yang wajar, sama halnya dengan roko dan makanan yang mengandung nitrit
8. Hindari penggunaan temperatur tinggi ketika menggoreng atau mengasap makanan ( makanan yang matang dengan cara dibakar)
9. Hindari penggunaan berkali-kali minyak bekas gorengan.


Dikutip dari Buku Hidup Sehat dengan Makanan Kaya Serat
Oleh : Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes.
IPB Press 2009

Senin, 21 Maret 2011

Mistery Laut Mati

Laut Mati atau disebut juga Laut Asin
Adalah sebuah danau garam yang berbatasan dengan Israel dan Tepi Barat di barat, dan Yordania di timur. Permukaannya dan pantai adalah 422 meter (1.385 kaki) di bawah permukaan laut, permukaan air terendah dari permukaan bumi di ukur dari tanah kering. Laut Mati adalah 378 m (1.240 kaki) dalamnya, danau yang terdalam di antara danau danau asin dunia. Juga merupakan air yang paling asin, dengan 33,7% salinitas. Hanya Danau Assal (Djibouti), Garabogazk√ɶl dan beberapa danau hypersaline dari Lembah Kering McMurdo di Antartika (seperti Don Juan Pond dan mungkin Danau Vanda) memiliki salinitas yang lebih tinggi. Danau ini adalah 8,6 kali lebih asin daripada laut.

Dikarenakan salinitas yang keras, membuat suatu lingkungan di mana binatang tidak dapat berkembang, maka sesuai dengan namanya Laut Mati. Laut Mati adalah 67 kilometer (42 mil) panjangnya dan 18 kilometer (11 mil) lebarnya pada titik terlebar. Itu terletak di Yordania Rift Valley, dan anak sungai utamanya adalah Sungai Yordan.

Laut Mati telah menarik pengunjung dari seluruh Mediterania selama ribuan tahun. Secara Alkitabiah, itu adalah tempat perlindungan bagi Raja Daud. Itu adalah salah satu pertama di dunia resor kesehatan (untuk Herod the Great), dan telah menjadi pemasok berbagai produk, dari balsam untuk membuat mumi Mesir untuk garam abu untuk pupuk. Orang-orang juga menggunakan garam dan mineral dari Laut Mati untuk menciptakan kosmetika dan herbal sachet.

Inilah Sejarah dan Asal Mula Laut Mati
Ada dua hipotesis tentang asal usul ketinggian permukaan air yang sangat rendah dari Laut Mati. Hipotesis yang lebih tua menyatakan bahwa laut ini terletak pada zona keretakan yang asli, merupakan perluasan dari Laut Merah Rift, atau bahkan dari Great Rift Valley Afrika timur. Namun Hipotesis yang lebih baru menyatakan bahwa cekungan Laut Mati adalah konsekuensi dari sebuah "langkah balik" diskontinuitas di sepanjang Transformasi Laut Mati, yang menciptakan perluasan dari kerak bumi dengan akibat pengendapan air.

Sekitar tiga juta tahun yang lalu yang sekarang lembah Sungai Yordan, Laut Mati, dan Wadi Araba berulang kali tergenang oleh air dari Laut Mediterania. Air terbentuk dalam sempitnya dan bengkoknya teluk yang terhubung ke laut melalui apa yang sekarang menjadi Lembah Yizreel. Banjir dari lembah datang dan pergi tergantung pada skala panjang perubahan iklim.

Menurut teori geologi, sekitar dua juta tahun yang lalu tanah antara Rift Valley dan Laut Tengah naik menjadi sedemikian rupa sehingga laut tidak bisa lagi menggenangi daerah tersebut. Dengan demikian, teluk panjang menjadi sebuah danau.

Pertama-tama dalam prasejarah danau seperti ini dinamai "Danau Gomora." Danau Gomora adalah danau air tawar atau payau yang diperpanjang setidaknya 80 km (50 mil) selatan saat ini ujung selatan Laut Mati dan 100 km (62 mil) utara, jauh di atas sekarang Depresi Hula. Ketika iklim menjadi lebih kering, Danau Gomora menyusut dan menjadi lebih asin. Besar, air asin pendahulu dari Laut Mati disebut "Danau Lisan."
Dekat Ein Gedi, garam menumpuk di sepanjang pantai Laut Mati.
Bertatahkan kasar garam karang menguap dari Laut Mati dekat Ein Gedi.
Kerikil semen dengan garam karang di pantai barat Laut Mati dekat Ein Gedi.

Pada zaman prasejarah sejumlah besar sedimen dikumpulkan di lantai Danau Gomora. Endapan lebih berat daripada garam deposit dan garam-garam deposit tersebut teremas-remas ke atas ke dalam yang sekarang disebut Semenanjung Lisan dan Gunung Sodom (di sisi barat daya danau). Geolog menjelaskan efek dalam hal ember berisikan lumpur di mana batu datar besar ditempatkan, memaksa lumpur merangkak naik ke sisi ember. Ketika lantai Laut Mati turun lebih lanjut karena gaya tektonik, garam peninggalan dari Lisan dan Gunung Sodom tetap tinggal di tebing tinggi (di sebut salt dome).